Kurator sekaligus penggagas pameran Zahira Asmal menjelaskan 'There Was Something Here Before' berangkat dari upaya memahami siapa saja yang membangun, merawat, dan membentuk sebuah kota. Ia menyoroti kontribusi masyarakat yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, hingga kepulauan lainnya.
Mereka membawa pengetahuan, kepercayaan, bahasa, makanan, keterampilan, dan tradisi yang kemudian turut membentuk kehidupan masyarakat Cape Town.
"Pameran ini mengajak kita memikirkan siapa sebenarnya yang membentuk sebuah kota. Siapa yang membangunnya, merawatnya, membawa pengetahuan, menciptakan kebudayaan, dan berjuang untuk menjadikannya rumah," tutur Zahira.
"Banyak dari mereka berasal dari Indonesia dan terus membentuk kehidupan Cape Town hingga hari ini. Saya berharap pameran ini dapat membuat kita melihat serta menghargai kontribusi dan sejarah mereka," sambungnya.
'There Was Something Here Before' merupakan pameran multimedia interaktif yang memadukan penelitian, materi arsip, fotografi, suara, seni, kesaksian personal, dan desain interaktif.
Melalui berbagai medium tersebut, pameran memperlihatkan bahwa kota bukanlah ruang yang statis, melainkan terus terbentuk melalui perpindahan manusia, kerja keras, perjuangan, kepedulian, dan upaya pemulihan.
Pameran ini diselenggarakan oleh Erasmus Huis, pusat kebudayaan Belanda di Indonesia, dan merupakan bagian dari proyek Zahira Asmal bertajuk 'See'. Proyek tersebut memperluas kajian mengenai berbagai kondisi yang membentuk kota-kota yang diwariskan kepada generasi saat ini.
Zahira Asmal merupakan seorang urbanis sekaligus direktur lembaga penelitian, penerbitan, dan place-making independen yang didirikan pada 2010, The City. Praktiknya berfokus pada pembentukan kota, hak atas kota, serta peran desain dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap ruang perkotaan.
Sebagai informasi, pembukaan pameran tersebut turut dihadiri oleh Dubes Afrika Selatan untuk Indonesia Mpetjane Kgaogelo Lekgoro serta Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Erasmus Huis Nassim Abba.
Turut hadir jajaran Kemenbud antara lain Direktur Jenderal (Dirjen) Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T D Retnoastuti; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya; serta Direktur Kerja Sama Kebudayaan Mardisontori.