NADIKABAR.COM — Hendro berjongkok di antara bedeng cengek, lalu memetik sebutir buah yang masih hijau. “Kalau cengek domba, bentuknya menyerupai tanduk,” ujarnya. Sementara varietas di bedeng sebelah, yaitu cengek stroberi, memiliki bentuk yang lebih buntet seperti buah stroberi.

Di lereng Kamojang, kawasan perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut, Jawa Barat, masyarakat Sunda mengenal cabai rawit dengan sebutan cengek. Sebagian besar hasil panen cengek milik Hendro dibeli oleh pengepul.

Lahan yang digarap Hendro bersama Kelompok Tani Hutan Cikondang memiliki luas sekitar 100 tumbak atau setara 1.400 meter persegi. Cabai rawit di lahan tersebut baru empat kali dipanen. Panen pertama menghasilkan 6 kilogram, lalu 8 kg, 14 kg, dan terakhir 18 kilogram. Hendro memetik hasil kebunnya ini seminggu sekali.