Selain menerbitkan Second-Level Reference LGR untuk aksara Jawa, ICANN juga melakukan pembaruan LGR untuk kelompok aksara berbasis aksara Arab.

Dengan demikian, penggunaan aksara Pegon yang merupakan bagian dari aksara Arab modifikasi khas Nusantara turut bisa digunakan sebagai nama domain tingkat dua. Aksara Pegon turut meliputi aksara Jawi, Arab Melayu, Serang, dan Buri Wolio.

Hal ini dinilai Isnawan sebagai sebuah pencapaian baik dan langkah krusial untuk memperluas penggunaan aksara Nusantara secara langsung di internet.

"Penggunaan Pegon pada second-level domain menjadi langkah penting, sekaligus membuka jalan bagi visi yang lebih besar," kata Isnawan.

Visi besar yang dimaksud adalah pengembangan Top-Level Domain (TLD) atau nama domain tingkat atas yang sepenuhnya berbasis aksara Arab Nusantara di masa mendatang.

"Kami ingin warisan aksara Indonesia tidak hanya terdokumentasi, tetapi benar-benar hidup dan digunakan di ruang digital," ujar dia.