"Kami berharap program ini dapat terus dilanjutkan. Meski sudah mendapatkan banyak pengalaman, pengetahuan dan keterampilan pertanian organik kami baru sekitar 50 persen dan belum sepenuhnya menguasai tekniknya," katanya.

Selanjutnya, Bupati Arief Rohman menghadiri panen raya padi hasil penerapan teknologi pupuk pembenah tanah Gemburin yang dikembangkan PT Chemstar Agro Indonesia di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

Arief menyatakan menyambut baik hasil demonstration plot (demplot) atau lahan percontohan, dan berharap teknologi pembenah tanah itu dapat menjadi alternatif yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Blora.

Ia mengingatkan, hasil panen yang baik perlu ditindaklanjuti dengan kajian dan pendampingan lebih lanjut untuk mengetahui manfaat teknologi secara terukur, baik terhadap peningkatan produksi, kualitas tanah, maupun efisiensi biaya usaha tani.

"Hasil demplot yang bagus ini perlu kita tindak lanjuti dengan kajian dan pendampingan lebih lanjut, sehingga kita mengetahui manfaatnya secara nyata, baik terhadap peningkatan produksi, kualitas tanah, maupun efisiensi biaya usaha tani," tuturnya.

Arief kemudian mendorong agar Kepala Dinas DP4, para penyuluh pertanian, dan Camat Kradenan bersama-sama menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut.

Ia juga meminta agar informasi mengenai teknologi Gemburin disampaikan kepada kelompok tani dan petani lainnya. Menurutnya, petani perlu diberi kesempatan melihat langsung hasil penerapannya, mempelajari cara penggunaan, serta mencoba teknologi tersebut sesuai dengan kondisi lahan masing-masing.

Arief berharap, PT Chemstar Agro Indonesia tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga terus memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani.

"Kami berharap PT Chemstar Agro Indonesia dapat terus mendampingi petani, memberikan edukasi, serta mengembangkan kerja sama yang berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Blora," pungkas Bupati Arief.