Komponen harga yang diatur pemerintah (administered price) mencatat inflasi sebesar 3,25 persen dengan andil 0,63 persen. Kenaikan terutama berasal dari bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), serta bahan bakar rumah tangga.
Adapun komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi tahunan sebesar 5,03 persen dengan andil 0,83 persen. Tekanan inflasi pada komponen ini terutama berasal dari daging ayam ras, cabai rawit, beras, dan daging sapi.
Dari sisi wilayah, seluruh provinsi mengalami inflasi tahunan pada September 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 7,59 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Sumatera Selatan sebesar 2,55 persen.