"Kalau nanti sudah ada hasilnya, tentu kami beritahu, tentunya dalam dua hari ini kami belum bisa, karena ada proses yang kami lakukan," ujarnya.
Ia menjelaskan dalam penertiban tersebut, personel yang bergerak ke lokasi sebanyak 272 orang, dan tidak semuanya membawa senjata. Pemanfaatan senjata sendiri hanya untuk memberikan peringatan.
Dia mengatakan TNI memberi penjelasan terkait bendera tersebut kepada masyarakat. Tetapi , terjadi pelemparan batu dari depan, belakang, kiri, dan kanan yang memang sudah disiapkan.
Karena kondisi pelemparan batu, lanjut dia, Dandim memerintahkan mundur, tetapi masyarakat masih terus mengejar.
Dan akhirnya dilakukan tembakan peringatan dengan peluru hampa, dan peluru karet ke atas, tidak diarahkan kepada warga.
"Mungkin dengan efek bunyi, saudara-saudara kita bisa menahan diri. Begitu yang saya sampaikan, saya meyakini dan pertanggungjawabkan, tidak ada satu butir pun munisi tajam," katanya.