Budi membeberkan arahan Prabowo agar antrean panjang BPJS diatasi dan tidak ada lagi pembedaan layanan antara pasien umum dan pasien BPJS oleh pihak RS. Kemenkes, sebutnya, diminta untuk memastikan polemik itu tidak lagi terjadi.
"Nah, harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan, ya. Antreannya bisa lebih pendek lagi. Kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik. Kemudian, dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS," ujarnya.
Sementara itu, Dirut BPJS Prihati mengungkapkan ada selisih antara iuran BPJS yang diterima dengan manfaat yang diberikan kepada pasien. Dia pun mengapresiasi langkah presiden yang telah memberikan injeksi dana kepada BPJS sebesar Rp 20 triliun yang disebut akan cair sebelum akhir tahun.