Ia menegaskan bahwa Manfret Fatem-lah yang pertama kali menghujani pasukan TNI dengan peluru tajam, lalu di ikuti oleh seluruh Anggota TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya," ujarnya.
"Seluruh pasukan kami selamat, sementara duo pentolan yang menjadi kaki tangan Manfret Fatem, yakni Komandan Komando Wilayah Pertahanan II Kodap IV Sorong Raya Arso Aisnak dan Komandan Batalyon Karef Hamit Kodap IV Sorong Raya Yohanes KY tewas dalam kontak senjata tersebut," ujarnya.
Melihat Arso Aisnak dan Yohanes KY yang terkenal sebagai duet maut alias pasangan algojo yang selalu menjadi eksekutor setiap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, tewas dalam kontak senjata , pimpinan kelompok TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya Manfret Fatem memilih kabur melarikan diri bersama sisa anggota kelompoknya ke dalam hutan.
" Di lokasi kami temukan sejumlah barang milik OPM, antar lain satu pucuk senjata api jenis revolver beserta pelurunya, puluhan amunisi senapan mesin otomatis, beberapa bilah senjata tajam, alat komunikasi dan dua lembar bendera bintang kejora,"ujarnya.