NADIKABAR.COM — Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto menekankan pentingnya dukungan intelijen dalam pelaksanaan operasi keamanan di wilayah Papua.
"Informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata dinilai membantu aparat dalam menentukan sasaran operasi serta mengurangi risiko terhadap masyarakat sipil di sekitar wilayah penindakan," ucap Lucky dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu.
Menurutnya, sinergi antara Badan Intelijen Negara (BNI) dan satuan operasi TNI menjadi bagian penting dalam upaya menghadapi ancaman kekerasan bersenjata.
Ia mencontohkan keberhasilan operasi penindakan yang dilaksanakan pasukan gabungan Satgas Yonif Marinir 9 dan Denkul 4 Satgas Rajawali V Koops TNI Habema terhadap kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Dalam operasi tersebut, Komandan Operasi TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Manfret Fatem, bersama dua komandan batalyon, Anton Fatem dan Yesias Fatem, dilaporkan tewas dalam kontak senjata dengan aparat TNI.