NADIKABAR.COM — Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi membahas pembentukan Batalyon Sniper dan penambahan alat utama sistem senjata (alutsista).

Dalam siaran pers resmi Korps Marinir yang diterima di Jakarta, Selasa, dijelaskan pembahasan itu dilakukan dalam rapat internal TNI AL melalui video conference, Senin (12/10). Pangkormar Endi Supardi beserta jajaran pejabat Korps Marinir juga mengikuti rapat tersebut dari Mako Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 4 Marinir Purboyo, Malang Selatan.

"Dibahas kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper," seperti dikutip siaran pers tersebut.

Berdasarkan siaran pers tersebut, pembahasan dua hal tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan peningkatan kemampuan tempur Korps Marinir.

"Pembahasan juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia untuk memperkuat postur pertahanan," seperti dijelaskan siaran pers tersebut.

Kendati demikian, pihak Korps Marinir tidak menjelaskan secara detail terkait proses pembangunan Batalyon Snipper dan lokasi penempatannya.

Pihak Korps Marinir di dalam siaran pers juga tidak menjelaskan secara rinci soal jumlah dan jenis penambahan alutsista tersebut.

Antara sempat mengkonfirmasi Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana soal pembahasan Batalyon Snipper itu. Namun demikian, Rana enggan menjelaskan hal tersebut secara rinci.

"Itu masih dalam proses kajian kami," ucap dia singkat.