Studi tersebut mencatatkan dampak langsung dari penyelenggaraan pada Agustus lalu terhadap perekonomian Provinsi Bali mencapai Rp229,9 miliar, alias melonjak dari Rp170,8 miliar pada tahun 2025. Perhitungan dampak ekonomi dalam studi itu didasarkan pada jumlah peserta Maybank Marathon 2026.

Kenaikan dampak ekonomi itu slaah satunya bersumber dari bertambahnya jumlah peserta dan meningkatnya aktivitas belanja selama berada di Pulau Dewata.

Terkait jumlah pelari tercatat meningkat menjadi 14.100 orang, dibandingkan tahun sebelumnya yakni 13.600 peserta. Sedangkan, rata-rata pengeluaran peserta naik dari Rp12,5 juta menjadi Rp16,3 juta per orang.

Hasil studi itu juga menyatakan kontribusi terbesar datang dari peserta mancanegara/warga negara asing (WNA). Rata-rata pengeluaran mereka mencapai Rp40,1 juta per orang atau naik dari Rp27,7 juta pada 2025, dengan rata-rata durasi tinggal hingga sembilan hari di Bali. Sementara durasi tinggal peserta domestik/WNI di Bali rata-rata tiga hingga empat hari.