Sebanyak 52 persen lokasi intervensi yang dipantau masih memiliki tinggi muka air tanah di bawah ambang batas aman sehingga gambut tetap kering dan rentan terbakar.

"Analisis Pantau Gambut terhadap lahan gambut yang terbakar pada periode 2015 - 2019 juga menemukan bahwa hanya 3 persen yang kembali menjadi hutan," kata Putra Saptian.

Sekitar 41 persen berubah menjadi semak belukar, sedangkan 54 persen beralih menjadi perkebunan monokultur, terutama kelapa sawit.

"Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan restorasi tidak dapat disimpulkan hanya dari jumlah infrastruktur atau luas kegiatan," katanya.