NADIKABAR.COM — Papeda menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat di Kepala Burung Papua yang tidak terpisahkan dari pengetahuan tentang pangan, alam, dan kehidupan sehari-hari masyarakat dari Sorong Selatan, Papua Barat Daya.

“Bagi masyarakatnya, kekayaan ekologis ini lebih dari sekadar habitat biodiversitas, di sanalah mereka menggantungkan pangan, membaca tanda-tanda musim, serta merawat cerita leluhur,” kata Senior Vice President and Executive Chair Konservasi Indonesia Meizani Irmadhiany dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Meizani menjelaskan bahwa papeda berbahan dasar sagu yang diolah hingga menjadi makanan bertekstur bening dan kenyal. Pengetahuan mengenai pangan tersebut menjadi bagian dari keseharian masyarakat di wilayah Kepala Burung Papua.

Kedekatan masyarakat dengan alam juga tercermin dari cara mereka memandang hutan dan sungai. Dia menyebut Sorong Selatan memiliki hutan rawa gambut tropis yang menjadi rumah bagi 416 spesies tumbuhan dan 372 spesies satwa.

Bagi masyarakat Kampung Klaogin, lingkungan bukan sekadar kawasan alam, melainkan ruang untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus tempat berlangsungnya pewarisan pengetahuan.