Kekayaan alam dan budaya tersebut menjadi dasar pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Kampung Klaogin, Konda, dan Bariat. Upaya itu menempatkan masyarakat adat sebagai pemangku kearifan lokal sekaligus penjaga lingkungan. Program ini sengaja dirancang agar tidak berhenti pada keindahan lanskap.

Upaya mengenalkan kekayaan tersebut dilakukan melalui program β€œJelajah Kemolekan Sorong Selatan: Ekowisata, Kebudayaan, dan Gastronomi Kepala Burung Papua”, hasil kolaborasi Konservasi Indonesia, National Geographic Indonesia, dan Legenda Khatulistiwa.

Rangkaian kegiatan pada 1 hingga 4 Oktober 2026 di Hutan Kota by Plataran meliputi pameran foto, dialog, pertunjukan tari, dan demonstrasi masak pangan lokal.

Dalam demonstrasi tersebut, Lidia Sawor dan Orpa Sawen memperagakan pengolahan sagu menjadi papeda, sementara dialog pada 3 Oktober membahas tradisi dan kearifan masyarakat dalam merawat hutan.