Alkisah, seorang anggota keluarga raja yang memiliki hobi mepikat (menangkap burung perkutut) berangkat dari istana sejak pagi hari. Berbekal perlengkapan lengkap, ia berjalan ke arah timur hingga mendengar suara kicauan burung dari kejauhan.

Dengan penuh kehati-hatian, beliau memasang peralatan pikat yang diiringi doa agar burung tersebut berhasil ditangkap. Atas izin Ida Sang Hyang Widhi Wasa, harapan tersebut terkabul dalam waktu singkat.

Sebagai ungkapan rasa syukur, wilayah tempat burung perkutut itu ditangkap kemudian diberi nama Desa Pikat.

Cerita asal-usul ini nampaknya sudah menjadi pengetahuan umum bagi masyarakat setempat. Ceritanya didongengkan secara turun temurun.