NADIKABAR.COM — Menikah dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah. Allah SWT menegaskan fitrah manusia yang diciptakan berpasang-pasangan.

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ٢١

Artinya: "Di tim redaksi tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS Ar-Rum: 21)

Namun, catatan sejarah Islam menulis fenomena sejumlah ulama besar yang menghabiskan waktu hidupnya tanpa menikah. Keputusan hidup ini bukan karena mengingkari syariat Islam, melainkan karena pengabdian mendalam dan perjuangan untuk menyebarkan ajaran Islam.

Merangkum dari buku Bahagiakan Diri dengan Satu Istri oleh Cahyadi Takariawan, berikut adalah ulama besar yang tidak menikah seumur hidupnya.