Herzog turut memperingatkan agar pemilih Arab tidak menjadi sasaran tuduhan. "Saya mengecam bahasa kasar dan ungkapan rasis yang kita dengar belakangan ini," ujarnya.

Herzog dijadwalkan melanjutkan konsultasi dengan delapan partai pada Kamis (5/11), termasuk dua faksi Arab. Setelah seluruh konsultasi selesai, ia akan menunjuk kandidat yang dinilai paling berpeluang membentuk pemerintahan.

Namun, dukungan partai-partai Arab masih menjadi dilema bagi oposisi. Eisenkot sebelumnya mensyaratkan partai Arab yang ingin bekerja sama untuk menyebut Hamas sebagai organisasi teroris yang harus dihancurkan.

Joint List dan Ra'am telah mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 serta kekerasan terhadap warga sipil. Namun, keduanya menolak menyebut Hamas sebagai organisasi teroris atau menyerukan penghancurannya karena menilai hal tersebut dapat membenarkan operasi militer Israel di Gaza.

Tibi mengatakan serangan Hamas maupun respons militer Israel setelahnya sama-sama tidak bermoral.

Sebagian sekutu Eisenkot menyambut dukungan partai Arab, sementara lainnya menolak karena mempertanyakan sikap politik Joint List terhadap legitimasi Israel.

Jika negosiasi gagal menghasilkan pemerintahan baru, Israel berpotensi menggelar pemilu kembali pada awal tahun depan.