Selama pemilu digelar pada akhir pekan lalu terjadi serangan pesawat nirawak Ukraina yang menyasar Rusia, menyebabkan korban tewas dan luka-luka. Medvedev mengklaim bahwa serangan-serangan tersebut semakin memotivasi masyarakat untuk memberikan suara. "Inilah adalah hasil yang paling penting," katanya

Kini, Partai Rusia Bersatu dapat "menerapkan keputusan-keputusan yang paling kompleks dan mendesak". Medvedev tidak menyebutkan rinciannya. Selama berbulan-bulan, telah beredar spekulasi mengenai mobilisasi baru, yang dibantah baik oleh Putin maupun Medvedev.

Ahli ilmu politik, Alexander Morozov, yang kritis terhadap Kremlin menyebut parlemen Duma tersebut sebagai parlemen "negara perang" dan parlemen yang "haus darah". Ia memperkirakan akan terjadi lebih banyak represi dan proporsi kelompok garis keras akan jauh lebih tinggi.

Morozov juga berpendapat bahwa Putin dapat memanfaatkan hasil ini sebagai legitimasi untuk pencalonan dirinya kembali dalam pemilihan presiden 2030. Namun, menurutnya, untuk itu Kremlin harus terlebih dahulu membuktikan kemenangan dalam perang melawan Ukraina.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman