Saat pemungutan suara memasuki hari terakhir pada Minggu (20/9), ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia Ella Pamfilova mengumumkan adanya gelombang serangan siber yang menargetkan infrastruktur pemilu. Dia tidak menyebutkan siapa pihak yang bertanggung jawab.
Serangan-serangan siber itu, sebut Pamfilova, tampaknya dilakukan oleh "kelompok-kelompok yang sangat profesional dan terkoordinasi dengan baik, yang menggunakan perangkat kecerdasan buatan (AI)".
Sementara itu, gelombang serangan drone Ukraina menghujani wilayah Moskow dan sekitarnya pada hari terakhir pemungutan suara. Serangan itu memicu kebakaran pada sebuah kilang minyak dan menewaskan sedikitnya dua orang.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin melaporkan bahwa sedikitnya 1.600 drone diluncurkan oleh Ukraina, dalam serangan terbesar terhadap Moskow sejak perang berkecamuk. Sebanyak 450 drone di antaranya diarahkan ke ibu kota Rusia.
Rusia bersumpah akan "meningkatkan intensitas" serangan mereka terhadap Kyiv sebagai respons atas gelombang serangan drone itu.