NADIKABAR.COM — Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Ketum BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo mengajak masyarakat, investor, dan pelaku usaha untuk tetap optimistis menyikapi anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (16/10).

Menurut Jona, tekanan yang terjadi di pasar saham tidak boleh langsung dimaknai sebagai berakhirnya prospek perekonomian Indonesia.

Jona menegaskan Indonesia memiliki fondasi ekonomi, potensi pasar, dan kekuatan sektor riil yang harus terus dijaga serta dikembangkan.

"IHSG boleh anjlok hari ini, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia tamat. Kita tidak boleh kehilangan optimisme hanya karena gejolak pasar dalam satu hari," ujar Jona, dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

"Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, pengusaha yang tangguh, dan peluang investasi yang masih sangat luas. Yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan, kepercayaan, dan kerja bersama," sambungnya.

Jona menilai dinamika pasar modal merupakan bagian dari mekanisme perekonomian yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perkembangan ekonomi global, sentimen investor, dan kondisi pasar keuangan.

Karena itu, Jona mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan berlebihan yang justru dapat memperburuk sentimen dan mengganggu kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

BPP HIPMI, lanjut Jona, mendukung langkah pemerintah bersama otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar, memperkuat kepercayaan investor, dan memastikan aktivitas perekonomian tetap berjalan.