Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kemenperin Kris Sasono Ngudi Wibowo mencatat IAMI memiliki 33 sertifikat TKDN, dengan nilai TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) tertinggi di atas 62 persen.

Menurut Kris, capaian tersebut mencerminkan penguatan penggunaan komponen lokal sekaligus mendukung struktur industri nasional melalui keterlibatan rantai pasok dalam negeri.

Secara lebih luas, Rencana Strategis Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin 2025-2029 menempatkan peningkatan ekspor dan diversifikasi produk sebagai salah satu sasaran.

Pemerintah menargetkan tingkat partisipasi produk otomotif Indonesia, termasuk kendaraan listrik, dalam rantai nilai global sebesar 25 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 36 persen pada 2029.

Dari sisi pasar luar negeri, perusahaan menyebut kendaraan produksi Indonesia telah diekspor lebih dari 4.000 unit ke 25 negara.​​​​​​