NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 169,5 triliun dari 148 emisi sepanjang Januari-September 2026. Capaian tersebut menunjukkan pasar modal masih menjadi salah satu pilihan perusahaan untuk mendapatkan sumber pembiayaan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan masih ada sejumlah perusahaan yang mengantre untuk melakukan penawaran umum. Total nilai emisi dari antrean tersebut mencapai Rp 27,61 triliun.
"Di dalam pipeline, di tempat kami (OJK) dan di tempat Pak Jeffrey (Direktur Utama Bursa Efek Indonesia) di Bursa, masih ada permintaan untuk fundraising sebesar Rp 27,61 triliun," ungkap Hasan dalam sambutannya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/10/2026).