Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran TNI, Polri, Pemda, serta tokoh masyarakat setempat ini menitikberatkan pentingnya integrasi dan kolaborasi antara aparat keamanan dan warga. Pasis Dikreg LXVIII Seskoad menekankan penanganan karhutla tidak bisa semata bertumpu pada pemadaman saat api telah meluas.

"Melainkan harus dimulai dari hulu melalui edukasi masif, pemetaan kawasan rawan, serta sistem peringatan dini yang responsif," ujarnya.