NADIKABAR.COM — Paspor Malaysia mencatat kenaikan posisi dalam Passport Index Global Ranking 2026. Negeri Jiran kini berada di peringkat kedua dunia bersama Singapura, sedangkan paspor Indonesia ada di posisi berapa? Simak di bawah ini.

Berdasarkan data Passport Index 2026, Uni Emirat Arab (UEA) menempati posisi pertama dengan Mobility Score 182. Sementara itu, Singapura dan Malaysia sama-sama berada di peringkat kedua dengan Mobility Score 175. Spanyol berada di peringkat ketiga dengan skor 174.

Posisi Malaysia tersebut meningkat dibandingkan pemeringkatan 2025. Dalam daftar terbaru, paspor Malaysia memberikan akses ke 175 destinasi, terdiri dari 129 destinasi bebas visa dan 46 destinasi yang menyediakan visa on arrival.

Bagi pemegang paspor Malaysia, sebanyak 23 destinasi lainnya masih mensyaratkan visa berdasarkan data Passport Index 2026.

Kenaikan posisi ini membuat Malaysia berada di jajaran teratas pemeringkatan mobilitas paspor global bersama sejumlah negara dengan akses perjalanan internasional yang luas.

Lalu, bagaimana dengan paspor Indonesia?

Passport Index 2026 menempatkan Indonesia di peringkat ke-56 dunia dengan Mobility Score 89. Berdasarkan data terbaru Passport Index, pemegang paspor Indonesia memiliki akses ke 89 destinasi dengan berbagai skema perjalanan. Angka tersebut terdiri dari 49 destinasi bebas visa dan 40 destinasi yang menyediakan visa on arrival.

Selain itu, terdapat sejumlah destinasi yang menyediakan fasilitas eTA bagi pemegang paspor Indonesia. Sementara 109 destinasi masih mencantumkan visa sebagai persyaratan masuk.

Posisi Indonesia tersebut bahkan masih berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara. Thailand, misalnya, menempati peringkat ke-53 dengan Mobility Score 93, sedangkan Timor-Leste berada di peringkat ke-46. Brunei Darussalam juga berada lebih tinggi dalam daftar global.

Dengan demikian, posisi Indonesia dalam Passport Index 2026 masih berada di bawah Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Timor-Leste, dan Thailand di kawasan Asia Tenggara.

Kekuatan paspor suatu negara umumnya berkaitan dengan luasnya akses perjalanan yang diberikan negara lain kepada pemegang paspor tersebut. Dalam Passport Index, salah satu ukuran utamanya adalah Mobility Score yang menghitung berbagai bentuk kemudahan perjalanan, termasuk akses bebas visa dan visa on arrival.

Posisi Malaysia pada 2026 menunjukkan bahwa pemegang paspor negara tersebut mendapatkan akses perjalanan yang relatif luas ke berbagai destinasi dunia. Data Passport Index mencatat 129 destinasi bebas visa dan 46 destinasi dengan visa on arrival.

Faktor lain yang kerap dikaitkan dengan kekuatan paspor adalah hubungan diplomatik dan tingkat kepercayaan antarnegara. Kemudahan perjalanan lintas negara dapat dipengaruhi oleh berbagai kesepakatan bilateral maupun kebijakan imigrasi masing-masing negara.

Malaysia juga memiliki posisi ekonomi dan diplomatik yang cukup penting di kawasan Asia Tenggara. Hubungan perdagangan, pariwisata, dan kerja sama antarnegara menjadi bagian dari hubungan internasional yang dapat memengaruhi kemudahan mobilitas warga.

Namun, peringkat paspor tidak secara langsung menjadi ukuran tunggal terhadap kekuatan ekonomi atau kualitas suatu negara. Setiap indeks juga menggunakan metode dan indikator yang berbeda sehingga hasilnya dapat berbeda antara satu pemeringkatan dengan pemeringkatan lainnya.

Jangan tertukar dengan Henley Passport Index

Menariknya, hasil Passport Index 2026 berbeda dengan Henley Passport Index 2026. Karena itu, angka peringkat paspor yang beredar perlu dilihat berdasarkan indeks yang digunakan.

Dalam Henley Passport Index 2026, Malaysia berada di peringkat tujuh dunia dengan akses ke 183 destinasi tanpa visa sebelumnya. Sedangkan, Indonesia berada di peringkat 69 dengan akses ke 70 destinasi tanpa visa. Henley menggunakan jumlah destinasi yang dapat dimasuki tanpa visa sebelumnya sebagai dasar utama pemeringkatannya.

Perbedaan tersebut terjadi karena Passport Index dan Henley Passport Index memiliki metode penghitungan yang tidak sama. Passport Index menggunakan Mobility Score yang mencakup beberapa bentuk akses perjalanan, sedangkan Henley berfokus pada destinasi yang dapat dimasuki tanpa visa sebelumnya.

Karena itu, ketika membandingkan kekuatan paspor, penting untuk mencantumkan nama indeks dan tahun pemeringkatannya.