Untuk menangkal Phishing, peserta dibekali empat langkah singkat sebelum mengklik tautan, diantaranya yaitu Verify (apakah memang menunggu tautan itu), Hover (arahkan kursor untuk mengintip alamat aslinya), Sniff test (apakah situsnya terasa janggal), dan Click (kalau ragu jangan klik, hapus saja). Hal yang sama berlaku untuk telepon mencurigakan seperti, minta penelepon membuktikan identitas, tutup, lalu hubungi nomor resminya.

Di era AI, penipu makin sulit dikenali. Pesan palsu kini bisa bertata bahasa sempurna, bahkan suara bisa ditiru lewat deepfake, sehingga salah ketik tak lagi bisa jadi patokan. Jurus penangkalnya sederhana yaitu, cek ulang setiap permintaan uang atau data lewat saluran lain dan jangan terburu buru saat ditekan.

Peserta juga dibekali kebiasaan harian yang mudah ditiru, yaitu rutin mencadangkan data, memperbarui sistem dan antivirus, tidak menyambungkan USB asing, serta menghindari WiFi dan stasiun pengisian daya publik. Bila terlanjur tertipu, pemateri menegaskan hal itu bukan aib. Yang penting tidak panik, putuskan koneksi perangkat, catat kronologinya, dan laporkan kepada penegak hukum.

Sesi diskusi dan tanya jawab menutup rangkaian kegiatan. Tim PKM UNPAM berharap jamaah dan pengurus Yayasan Masjid Babussalam Kampung Belajar pulang dengan kebiasaan baru di ruang digital, karena sekuat apa pun sistem, kesadaran setiap orang tetaplah benteng pertama.