NADIKABAR.COM — Pasukan pemerintah Yaman, Selasa, melancarkan operasi militer berskala besar terhadap kelompok Houthi untuk merebut Distrik Al-Wazi’iyah di Provinsi Taiz, wilayah barat daya negara tersebut.
Nation’s Shield Forces mengatakan serangan tersebut dilancarkan sebagai bagian dari operasi yang lebih luas bertajuk “Dawn of Yemen.”
Pasukan tersebut mengatakan operasi itu bertujuan memulihkan lembaga-lembaga negara dan mengakhiri “kudeta” yang dilakukan Houthi.
Pasukan pemerintah kemudian mengatakan telah menguasai sejumlah bukit strategis yang menghadap Al-Mansoura setelah para pejuang Houthi mundur dari wilayah tersebut selama operasi berlangsung.
Operasi “Dawn of Yemen” diluncurkan pada Senin (5/10). Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad al-Alimi mengatakan serangan tersebut bertujuan memulihkan lembaga-lembaga negara, merebut kembali ibu kota Sanaa, dan mengakhiri kendali Houthi.
Operasi tersebut kemudian meluas ke sejumlah front. Pasukan pemerintah mengatakan telah merebut kembali wilayah strategis Bab el-Mandeb dan Distrik Dhubab, sementara Southern Giants Brigades dan Nation’s Shield Forces turut terlibat dalam kemajuan pasukan di sepanjang pantai barat Yaman.
Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan 100 jet tempur terlibat dalam fase awal operasi dan telah menghancurkan 324 “target bernilai tinggi”, sekaligus memberikan dukungan udara sepanjang waktu kepada pasukan pemerintah Yaman.
Pada Selasa, militer Yaman mengatakan sekitar 100 pejuang Houthi tewas dan 150 lainnya terluka dalam operasi pada Senin di sejumlah wilayah Taiz sebagai bagian dari “Dawn of Yemen”. Pasukan pemerintah juga melaporkan telah merebut kembali sejumlah posisi pegunungan strategis di provinsi tersebut.
Sumber-sumber lokal mengatakan kepada Aljoumhouriya TV bahwa pesawat tempur menyerang pasukan bantuan Houthi di dekat pusat Distrik Al-Wazi’iyah.
Adapun eskalasi terbaru itu merupakan salah satu rangkaian pertempuran paling signifikan di Yaman sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada April 2022 menciptakan periode relatif tenang.
Yaman dilanda konflik sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014, yang kemudian mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan