Ia tak pernah ragu melepas wibawa untuk menjajal ranah komedi, mulai dari meminjamkan suaranya untuk animasi The Simpsons dan Family Guy, tampil sebagai pelayan sombong di L.A. Story, hingga memandu sketsa Saturday Night Live.
Dalam ulasannya untuk film komedi Jeffrey (1995), New York Times bahkan menyebut Stewart memiliki "beberapa dialog terbaik dan menyampaikannya dengan semangat bermartabat yang hanya meningkat ketika ia kebetulan mengenakan baret fuchsia."
Sempat mencicipi profesi sebagai jurnalis surat kabar dan memutuskan berhenti sekolah di usia 15 tahun, ia akhirnya memilih berbelok arah dan mengabdikan seluruh hidupnya pada akting.
Dari seorang pemuda Yorkshire yang mulai kehilangan rambutnya di usia 18 tahun, Patrick Stewart berhasil menjelma menjadi aktor serba bisa yang begitu dihormati.
Kini, sang kapten telah benar-benar pergi berlayar, namun jejak karyanya dipastikan tetap hidup menyala di luasnya panggung teater dunia dan semesta sinema.