NADIKABAR.COM — Ian McKellen tak bisa menutupi rasa kehilangannya atas sahabat karib sekaligus rekan juangnya, Patrick Stewart. Bintang berusia 87 tahun itu meluapkan pesan perpisahan yang penuh kenangan dan emosi mendalam.
Melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (29/10), McKellen mengenang bagaimana akar daerah asal Stewart di Yorkshire, Inggris utara, sangat mendefinisikan pembawaan sang mendiang semasa hidup.
"Sebelum hal-hal lainnya, Patrick didefinisikan dengan lahir dan dibesarkan di Yorkshire, daerah kebanggaan di utara Inggris yang ia cintai hingga akhir hayatnya," tulis McKellen."Dia selalu blak-blakan, yang membuatnya menjadi pria yang bisa diandalkan, dikagumi, dan dalam kasus saya, dicintai," lanjutnya.
Pertemuan perdana dua legenda yang sama-sama menyandang gelar kebangsawanan Inggris ini bermula setengah abad silam saat mereka masih menjadi aktor teater muda di Royal Shakespeare Company.
McKellen kemudian bernostalgia tentang momen saat ia tak sengaja berpapasan dengan Stewart di jalanan London. Kala itu, Stewart bercerita soal tawaran besar untuk mengambil peran utama di serial Star Trek. Bukannya mendukung, McKellen justru mewanti-wanti temannya itu.
"'Tapi Patrick, pikirkan karier panggungmu di Inggris. Apa kau benar-benar ingin mengambil risiko, tersesat di Hollywood bertahun-tahun?'" kenang McKellen mengulang ucapannya saat itu.
Nyatanya, Stewart tetap mengambil risiko tersebut. Keputusan nekat itu kini sangat disyukuri McKellen lantaran tak cuma memanjakan para penggemar setia Star Trek, tetapi juga membuka jalan sang aktor bersinar di waralaba raksasa seperti X-Men tanpa pernah menanggalkan akar teater klasiknya di panggung bergengsi.
AS mungkin menjadi rumah kedua bagi Stewart, tempat di mana ia bertemu Sunny Ozell, istri yang setia merawatnya di kala sakit maupun sehat.
Keintiman persahabatan dua aktor ini bahkan tak cuma berhenti di depan kamera atau panggung teater. Saat Stewart meminang musisi tersebut pada 2013, McKellen yang memimpin langsung upacara sumpah pernikahan mereka.
Kekuatan persahabatan ini juga kembali terekam nyata lewat potongan klip diskusi panel lama yang kembali viral setelah Stewart meninggal dunia.
Dalam video tersebut, Stewart tampak duduk di samping McKellen, menggenggam erat tangan temannya itu dalam diam sebagai bentuk dukungan penuh saat McKellen menceritakan pengalaman coming out-nya sebagai gay pada 1988.
"Dan ketika saya mengatakan saya gay, saya merasa percaya diri. Saya langsung merasa bahagia," ungkap McKellen dalam klip tersebut.
Sembari tersenyum menatap Stewart, ia menegaskan bahwa kejujuran pada diri sendiri itu membawa dampak baik tak hanya bagi keluarga dan teman, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Kepingan kenangan manis tersebut menjadi pesan perpisahan setelah Stewart mengembuskan napas terakhirnya di usia 86 tahun pada Rabu (28/10) akibat pertempuran singkat melawan Alzheimer dan demensia Lewy body.
Kelly Bush Novak selaku juru bicara Stewart mengonfirmasi bahwa sang legenda berpulang dengan tenang di kediamannya di Los Angeles.
"Ia berada dalam pelukan hangat keluarga dan teman-teman, dikelilingi oleh musik live, doa, air mata, tawa, dan jenis emosi mendalam yang hanya bisa ia inspirasi setelah seumur hidup mengabdi kepada kita semua," terang Novak.
Setelah Patrick Stewart meninggal dunia, para penggemar bahkan Ian McKellen sendiri masih punya satu kesempatan terakhir untuk menyaksikan duet bersejarah mereka di layar lebar.
Keduanya dipastikan kembali beradu peran menghidupkan karakter ikonis Magneto dan Professor X sekali lagi dalam Avengers: Doomsday yang sekaligus menjadi salam perpisahan paripurna sang kapten dari dunia sinema.