Vatikan menyatakan operasi pengangkatan nodul selama 90 menit tersebut sukses. Bagian bawah paru-paru kanannya diangkat melalui prosedur bedah berbantuan video. Pemeriksaan histologis kemudian mengonfirmasi adanya adenokarsinoma paru-paru, salah satu jenis kanker paru-paru.
Paus diperbolehkan pulang pada Sabtu. Sebelumnya, Vatikan telah membatalkan agenda kegiatan pemimpin tertinggi umat Katholik itu hingga 20 Oktober guna memberi waktu untuk menjalani proses pemulihan.
Dokter Stefano Margaritora, yang melakukan operasi paru-paru Paus, mengatakan prosedur berjalan tanpa komplikasi dan pemulihan pascaoperasi Paus berlangsung dengan baik.
Ketika ditanya apakah Paus dapat melakukan kunjungan yang telah direncanakan ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6-17 November, Margaritora mengatakan tidak melihat alasan klinis yang menghalangi perjalanan tersebut.