Ada penampakan menarik saat Bupati Fawait menyapa para peserta kirab. Dirinya terlihat mengenakan syal bercorak gabungan bendera Indonesia dan Palestina. Kata dia, penggunaan syal tersebut adalah bentuk solidaritas atas dasar kemanusiaan, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.

"Ini bukan urusan agama, tetapi ini adalah urusan kemanusiaan. Mudah-mudahan dari Jember untuk Indonesia dan untuk dunia, kita menunjukkan bahwa di Jember toleransi tetap harus kita jaga bersama-sama," ujarnya.

Pria yang karib disapa Gus Fawait itu berharap, kemeriahan tradisi lokal ini dapat terus dirawat dan digelar lebih besar di tahun-tahun mendatang.