Menurutnya, setelah terbentuknya GGK Indonesia, langkah selanjutnya adalah melengkapi personel sekaligus menyusun program yang sesuai dengan arahan WKF. Hadi menjelaskan program GGK tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan olahraga karate, tetapi juga memberikan bekal dasar bela diri kepada perempuan yang belum memiliki kemampuan tersebut.
"Saya berharap program-program GG Karate selain melatih para perempuan Indonesia yang belum memiliki basic bela diri, untuk dibekali dasar karate dalam menghadapi ancaman baik berupa agresor maupun pelecehan terhadap perempuan, kegiatan ini juga sebagai misi kemanusiaan yang dapat dilakukan GGK Indonesia," tutur Hadi.
Penunjukkan Shihan Ucok Marisi Sihotang sebagai Direktur Teknik GGK Indonesia telah dituangkan melalui Surat Keputusan Ketua Umum PB FORKI. Dengan demikian, pelaksanaan program GGK Indonesia berada dalam koordinasi dan pembinaan PB FORKI.
Dalam pelaksanaannya, GGK Indonesia didukung dua instruktur perempuan yang telah memiliki lisensi GGK dari WKF, yakni Sensei Puspa Meonk dan Sensei Tenne. Keduanya mengikuti pelatihan GGK Internasional WKF pada Maret 2026 yang berafiliasi dengan Kayomada International Foundation di Osaka, Jepang.