NADIKABAR.COM — Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) akan mengirimkan enam atlet untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade 2028 yang digelar International Surfing Association (ISA) di Peru pada bulan depan sebagai bagian dari upaya Indonesia menjaga peluang tampil dalam pesta olahraga terbesar dunia tersebut.
Sekretaris Jenderal PB PSOI Tipi Jabrik mengatakan enam atlet yang disiapkan terdiri atas tiga atlet putra, yakni Rio Waida, I Made Pajar Ariyana, dan Dhany Widianto, serta tiga atlet putri, yaitu Jasmine Studer, Kya Jo Heuer, dan Hana Suri Jabrik.
"Kita bulan depan ke kualifikasi Olimpiade di Peru. Kita akan mengirim enam atlet ke sana," kata Tipi kepada NadiKabar melalui panggilan telpon di Jakarta, Senin.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya PB PSOI menjaga kesinambungan partisipasi Indonesia dalam kompetisi selancar ombak internasional, termasuk Olimpiade.
Indonesia sebelumnya telah mengirimkan Rio Waida ke Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024. Namun, Rio belum berhasil melangkah jauh setelah terhenti pada babak 16 besar di Tokyo dan babak eliminasi di Paris.
Selain Olimpiade, Indonesia juga telah berpartisipasi dalam cabang selancar ombak SEA Games Manila 2019. Dalam ajang yang berlangsung di San Juan, La Union, Filipina, tersebut, Indonesia meraih medali emas melalui Oney Anwar pada nomor shortboard putra dan Dhea Novitasari pada nomor longboard putri.
Indonesia juga membawa pulang medali perak dari nomor shortboard putra melalui Rio Waida serta medali perunggu melalui Dean Permana dan Arip Nurhidayat pada nomor longboard putra. Sementara itu, Tania Izquierdo meraih medali perunggu pada nomor shortboard putri.
Partisipasi di SEA Games menjadi salah satu bagian dari perjalanan Indonesia dalam mengembangkan olahraga selancar ombak dan meningkatkan daya saing atlet di tingkat internasional.
Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung akhir bulan lalu, I Made Pajar Ariyana juga berhasil meraih medali perak nomor shortboard putra setelah mencatatkan 10,40 poin pada babak final, di bawah peselancar tuan rumah Kanoa Igarashi yang mengumpulkan 12,87 poin.
Tipi mengatakan PB PSOI ingin menjaga konsistensi keikutsertaan atlet Indonesia dalam berbagai ajang multievent internasional, mulai dari SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Menurut Tipi, kesinambungan partisipasi dalam kompetisi internasional penting untuk mendukung pengembangan olahraga selancar ombak di Indonesia sekaligus membuka kesempatan bagi atlet nasional untuk terus mengasah kemampuan dan bersaing di level dunia.
"Ke depannya, kita ingin agar SEA Games itu konsisten untuk pertandingan surfing, Asian Games untuk pertandingan surfing, Olimpiade untuk pertandingan surfing," ujar Tipi.