Menurutnya, dunia yang adil harus dimulai dari peta yang adil juga. Seraya dengan ini, Dussey mendapat dukungan dari Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot yang menyatakan kementeriannya tak akan lagi memakai peta Mercator.

"Mengubah peta jelas tidak mengubah dunia. Namun, mengoreksi representasi yang mendistorsinya merupakan sebuah tindakan kebenaran," katanya.

Begitu juga menurut ahli geografi Kenya, Kioko Muendo. Peta Mercator dinilai meremehkan sumber daya yang luas, populasi, dan peluang investasi di benua Afrika.

"Peta lebih dari sekadar panduan bagi pelancong peta membentuk bagaimana suatu wilayah dipersepsikan secara politik dan ekonomi," katanya.

Di balik sambutan baik dari negara-negara di atas, perwakilan Amerika Serikat di PBB, Yaryna Ferencevych, melontarkan kritik pedas. Menurutnya, resolusi ini seperti ejekan terhadap tujuan utama PBB.