"Alih-alih berfokus pada masalah nyata terkait perdamaian internasional dan kemakmuran, badan ini justru memperdebatkan proyek peta dari abad ke-16," ungkapnya.

Hasil pemungutan suara soal resolusi ini tidak mengikat secara hukum. Akan tetapi, diprediksi akan ikut mengubah tatanan dalam kurikulum pendidikan hingga institusi pemerintahan dalam penerapan peta.

Kelompok kampanye #CorrectTheMap bahkan memberikan ilustrasi yang mencengangkan. Menurut mereka, luas Afrika masih muat jika dimasukkan negara AS, India, dan China.

"Anda bisa memasukkan Amerika Serikat, China, India, Jepang, Meksiko, dan hampir seluruh Eropa ke dalam benua Afrika, dan itu pun masih ada lahan yang tersisa," tulis mereka.