Sebagai solusi, proyeksi Equal Earth yang diperkenalkan pada 2018 menawarkan proporsi yang lebih adil dengan mempertahankan perbandingan luas permukaan wilayah. Dalam proyeksi ini, Afrika, Amerika Latin, dan Asia Selatan terlihat jauh lebih besar, sementara Amerika Utara tampak lebih kecil dibandingkan pada peta Mercator.

Kartografer Bojan Savric, salah satu pengembang proyeksi ini, menjelaskan bahwa tujuan utama mereka adalah akurasi.

"Equal Earth mempertahankan perbandingan luas permukaan benua-benua dan berupaya semaksimal mungkin menunjukkan bentuk aslinya seperti yang terlihat pada bola dunia," ungkapnya.

Meski mendapat dukungan mayoritas, Amerika Serikat melontarkan kritik tajam. Washington menilai perdebatan mengenai proyeksi peta bukanlah prioritas yang mendesak bagi PBB saat ini.

"Alih-alih fokus pada masalah-masalah yang sesungguhnya, badan ini malah memperdebatkan proyeksi peta dari abad ke-16," ujar perwakilan AS, Yaryna Ferencevych.