Alisjahbana menguraikan bahwa ketahanan energi bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu ketersediaan, pasokan yang tidak terputus, dan keterjangkauan. Ketika salah satu dari pilar tersebut melemah, perekonomian akan terdampak, dunia usaha kehilangan kepercayaan, dan masyarakat rentan menanggung beban terbesar.
Oleh karena itu, lanjutnya, ketahanan energi bukan sekadar persoalan sektor energi. Ketahanan energi merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan ketahanan nasional.
“Pada saat yang sama, ketahanan energi juga merupakan barang publik regional dan global yang membutuhkan kerja sama berkelanjutan lintas batas, baik antarnegara maupun antarkawasan,” ucapnya.
Namun, Alisjahbana menekankan bahwa pemerintah tidak dapat menjalankan transisi energi bersih seorang diri. Peran sektor swasta dinilai penting untuk memperluas penggunaan energi terbarukan, elektrifikasi, dan pengembangan pasar karbon dalam mendukung transisi energi.