"Kami mendesak semua pihak untuk terlibat secara konstruktif dengan Utusan Khusus PBB (untuk Yaman) Hans Grundberg guna menemukan jalan menuju dialog inklusif demi mencapai penyelesaian politik melalui negosiasi," lanjut Dujarric.

Lebih lanjut, Dujarric menyoroti sejak dimulainya kembali pertempuran pada awal Agustus, lebih dari 250.000 warga Yaman telah mengungsi, termasuk lebih dari 82.000 orang pada Oktober, yang sebagian besar melarikan diri dari Provinsi Taiz.

Situasi di Yaman semakin memanas pada pertengahan Juli ketika pasukan pro-pemerintah yang didukung Arab Saudi menyerang bandara Sanaa ketika sebuah pesawat dari Iran, yang mengangkut delegasi pemimpin Houthi, sedang mendarat.