NADIKABAR.COM — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta penyelesaian isu Palestina berdasarkan solusi dua negara tidak dilupakan.

"Kita tidak boleh membiarkan solusi dua negara hilang di depan mata kita," kata Sekjen dari podium Majelis Umum PBB, Selasa (22/9).

Menurutnya, kekerasan, pengungsian penduduk, dan perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki sedang menghancurkan jalan menuju perdamaian sekaligus menimbulkan risiko pembersihan etnis.

Otoritas Israel pekan lalu mengumumkan tender pembangunan 2.167 rumah baru sebagai bagian dari proyek perluasan permukiman E1 di Tepi Barat. Jika proyek tersebut digabungkan dengan rencana yang telah disetujui sebelumnya, totalnya mencapai 3.401 unit.

Pihak Palestina menentang proyek yang dapat memisahkan wilayah Tepi Barat dan memutus akses Yerusalem Timur dari wilayah Palestina lainnya itu.

Sementara itu, Rusia berpendapat bahwa penyelesaian krisis hanya bisa dicapai berdasarkan formula "dua negara" yang disetujui Dewan Keamanan PBB.

Solusi tersebut mengamanatkan pembentukan negara Palestina merdeka dalam batas-batas wilayah pada 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Penerjemah: Asri Mayang Sari