Setidaknya 70 staf PBB dan puluhan pekerja kemanusiaan lainnya masih ditahan. Kepala bantuan PBB itu menuntut pembebasan mereka segera, seraya menekankan bahwa pekerja kemanusiaan merupakan warga sipil, bukan alat tawar-menawar. PBB kembali menyerukan perlindungan warga sipil dan akses kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan, khususnya kepada komunitas yang semakin terisolasi akibat pertempuran.