NADIKABAR.COM — Bangsa (NadiKabar) - Warga sipil terus menanggung beban terberat dari eskalasi kekerasan di Yaman seiring bertambahnya pengungsi dan menyebarnya penyakit, kata badan-badan kemanusiaan PBB pada Senin (28/9).

Mengutip Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) mengatakan bahwa kekerasan telah memaksa 142.000 orang di seluruh Yaman mengungsi dari rumah mereka. UN OCHA dan para mitranya terus mendukung respons dan telah menjangkau lebih dari 115.000 orang sejauh ini, sementara dana darurat sebesar hampir 20 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp18.007) telah dimobilisasi untuk mendukung keluarga-keluarga yang baru mengungsi dan komunitas penampung pengungsi, kata badan PBB itu. UN OCHA mengatakan pertempuran telah mendesak sistem kesehatan yang sudah rapuh ke ambang batas, memaksa beberapa rumah sakit menangguhkan perawatan obstetrik darurat agar dapat merawat korban luka.