Sebagai respons, mitra-mitra kesehatan telah mengerahkan lebih dari 20 tim medis keliling, mengaktifkan tim cepat tanggap, dan mengirimkan hampir 60 metrik ton pasokan medis. Namun, UN OCHA mengatakan bahwa pendanaan tambahan sangat dibutuhkan karena pasokan medis penyelamat nyawa dengan cepat menipis, dan akses bagi banyak orang yang membutuhkan masih sulit. UN OCHA mengatakan bahwa eskalasi kekerasan meningkatkan risiko penyakit. Di seluruh Yaman, 7.800 kasus dugaan kolera dan lebih dari 22.000 kasus dugaan campak telah dilaporkan tahun ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa kepadatan penduduk, air yang tidak aman, dan sanitasi yang buruk di lokasi pengungsian meningkatkan risiko wabah penyakit lebih lanjut. Peringatan kolera telah dikeluarkan di beberapa lokasi, imbuh badan PBB itu. Sejak awal Agustus dan hingga 26 September, Kantor Hak Asasi Manusia PBB telah memverifikasi 42 orang tewas dan 115 orang terluka.

Separuh dari korban tewas adalah anak-anak, sementara hampir dua pertiga dari korban luka adalah perempuan dan anak-anak. UN OCHA menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil dan memfasilitasi akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan.