NADIKABAR.COM — Bangsa (NadiKabar) - Para pekerja kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (13/10) memperingatkan bahwa permusuhan dan pengungsian di Yaman semakin memperberat tekanan layanan dasar untuk warga sipil, yang menghadapi kekurangan pangan dan risiko kesehatan.

"Pasokan kebutuhan pokok di Kota Taiz semakin langka dan mahal," kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA).

"Harga bahan bakar minyak melonjak tiga kali lipat, sementara gas untuk memasak sebagian besar tidak tersedia. Harga pangan dilaporkan naik sekitar 50 persen, dan pasokan gandum serta tepung yang ada bisa habis dalam waktu kurang dari tiga pekan," kata kantor tersebut. UN OCHA menambahkan bahwa kelangkaan bahan bakar juga mengganggu pasokan air di kota tersebut dan mengancam keberlangsungan layanan air. Lebih lanjut UN OCHA menyebutkan bahwa kesehatan dasar keluarga-keluarga kian terancam akibat padatnya lokasi pengungsian, minimnya akses terhadap air bersih, serta terbatasnya layanan kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa kasus suspek kolera di Yaman meningkat tajam.

Dari 8.000 lebih kasus yang dilaporkan tahun ini, seperempatnya dilaporkan dalam empat pekan terakhir.

Anak-anak menghadapi risiko campak yang semakin besar, dengan lebih dari 22.800 kasus suspek dan 128 kematian yang dilaporkan tahun ini. Sementara itu, cakupan vaksinasi masih sangat rendah. Di tengah situasi tersebut, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan lonjakan tajam jumlah migran yang tiba di Yaman meski konflik terus berkecamuk.

Hingga akhir September, lebih dari 130.000 migran telah memasuki negara itu sejak awal tahun. UN OCHA menyatakan bahwa PBB bersama para mitra kemanusiaan telah menyalurkan bantuan darurat kepada hampir 148.000 jiwa di berbagai wilayah Yaman sejak pertempuran meletus pada Agustus lalu. UN OCHA juga kembali menegaskan seruan PBB kepada semua pihak agar mematuhi hukum humaniter internasional, melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, memfasilitasi pergerakan yang aman bagi warga sipil, serta memungkinkan akses bantuan kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan bagi mereka yang membutuhkan.