Dujarric mendesak Houthi untuk segera memberikan informasi terverifikasi mengenai di mana mereka ditahan dan kesehatan mereka.
Dia juga mengatakan bahwa Houthi harus memastikan kontak rutin dengan keluarga para personel itu serta akses terhadap perawatan medis yang diperlukan, termasuk perawatan khusus. Keadaan seputar kematian staf PBB Mohammad al-Shami dalam penahanan Houthi menimbulkan kekhawatiran serius tentang kemungkinan adanya perlakuan buruk, termasuk kegagalan untuk mengungkap informasi yang tepercaya mengenai nasib dan kesejahteraan al-Shami, kata Dujarric dalam sebuah taklimat pers rutin. Jenazah al-Shami diserahkan pekan lalu. Keluarganya mengatakan bahwa meskipun al-Shami telah meninggal sekitar sebulan sebelumnya, mereka baru mendapat kabar tentang kematian staf PBB tersebut baru-baru ini. "PBB sekali lagi menyerukan penyelidikan yang cepat, independen, tidak memihak, dan transparan untuk menetapkan tanggal, penyebab, serta keadaan seputar kematian al-Shami, termasuk kondisi penahanannya, serta apakah dia menerima perawatan medis yang memadai atau bahkan tepat waktu, dan mengapa keluarganya serta PBB tidak segera diberi tahu mengenai kematiannya," papar Dujarric.