Selain regenerasi, PBSI masih mencatat sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari konsistensi performa, kedalaman pemain pada setiap sektor hingga jarak kualitas antara kelompok pratama dan utama.

Program latihan individual serta pemantauan berbasis data juga menjadi bagian yang akan terus diperkuat.

“Saya selalu tekankan kepada para pelatih dan seluruh pengurus, tolong perhatikan atletnya satu per satu, karena tidak ada satu atlet yang memiliki ukuran yang sama. Pasti berbeda. Tolong dilatih sesuai dengan ukurannya,” kata Fadil.

Fadil mengatakan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, ketika Indonesia meraih dua emas, satu perak, dan tiga perunggu dari bulu tangkis, bukan menjadi tujuan akhir pembinaan.

PBSI membidik proses regenerasi tersebut terus berjalan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dengan target meloloskan wakil secara maksimal pada seluruh sektor serta kembali merebut medali emas.