Lebih lanjut, ia menjelaskan, investasi yang dilakukan PDAM harus mempertimbangkan kebutuhan perusahaan, manfaat yang diperoleh, kemampuan pembiayaan, serta dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Karena itu, investasi tidak dilakukan sekadar untuk pengembangan, tetapi harus memiliki dasar perhitungan dan tujuan yang jelas.
Terkait kebocoran, Andi Taufiq menjelaskan penanganannya menjadi bagian penting dalam menjaga efisiensi distribusi air. Pekerjaan penanganan kebocoran perlu dilakukan secara terukur sehingga kehilangan air dapat ditekan dan pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga.
Mengenai dividen, Andi Taufiq menjelaskan kontribusi perusahaan kepada daerah perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan perusahaan. Menurutnya, pengelolaan perusahaan harus tetap menjaga keseimbangan tim redaksi kewajiban memberikan kontribusi kepada daerah dengan kebutuhan menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.
Andi Taufiq juga menjelaskan mengenai efisiensi belanja modal. Menurutnya, belanja modal perlu disusun berdasarkan kebutuhan prioritas perusahaan sehingga anggaran yang dikeluarkan benar-benar mendukung operasional dan peningkatan pelayanan.
Dalam pengelolaan sumber daya manusia, Andi Taufiq menekankan pentingnya profesionalisme. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan perusahaan harus mengedepankan kompetensi, kinerja, efisiensi, dan kebutuhan organisasi.