Menurutnya, penempatan maupun pengembangan sumber daya manusia harus didasarkan pada kapasitas dan kebutuhan perusahaan. Bukan karena latar belakang personal ataupun adanya pihak yang menitipkan seseorang untuk bekerja di perusahaan.

"Perusahaan harus dikelola secara profesional. Yang menjadi pertimbangan adalah kompetensi, kinerja dan kebutuhan perusahaan," ujarnya.

Selain persoalan manajemen, Andi Taufiq juga menjelaskan tantangan PDAM Makassar dalam pengelolaan sumber air baku dan produksi air bersih. Ia menerangkan kondisi Makassar berbeda dengan sejumlah daerah lain yang memiliki sumber mata air alami.

Karena itu, PDAM Makassar membutuhkan strategi teknis dalam menjaga ketersediaan air baku untuk mendukung proses produksi. Menurutnya, pengelolaan air baku berkaitan dengan sejumlah persoalan teknis, termasuk saluran irigasi dan sedimentasi yang dapat memengaruhi proses pengambilan serta pengolahan air.

Andi Taufiq mengatakan, pengelolaan perusahaan air minum memiliki tantangan yang berbeda di setiap daerah. Karena itu, pengalaman yang dimiliki masing-masing daerah dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat pengelolaan perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat.