NADIKABAR.COM — Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok tumbuh 4,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal ketiga (Q3) 2026, berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok yang dirilis pada Senin (19/10).
Data tersebut menunjukkan bahwa angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal kedua (Q2) yang tercatat sebesar 4,3 persen. Ekonomi Tiongkok tumbuh 4,6 persen (yoy) dalam tiga kuartal pertama 2026. Menurut NBS, perekonomian terbesar kedua di dunia itu menghasilkan output sekitar 107,11 triliun yuan (1 yuan = Rp2.699) selama periode Januari-September. "Ekonomi nasional terus bergerak maju di tengah tekanan dan melanjutkan peralihan menuju pembangunan berkualitas tinggi yang didorong oleh inovasi, dengan semakin banyak perubahan positif pada indikator-indikator utama," kata NBS dalam sebuah pernyataan. Wakil Kepala NBS Mao Shengyong mengatakan dalam konferensi pers bahwa pertumbuhan PDB sebesar 4,6 persen selama tiga kuartal pertama itu sejalan dengan target pertumbuhan tahunan Tiongkok.
Perekonomian negara itu mencatat tambahan output sebesar 5,7 triliun yuan selama periode tersebut, yang merupakan peningkatan terbesar untuk periode yang sama dalam lima tahun terakhir, imbuhnya. Pertumbuhan PDB pada Q3 meningkat 0,2 poin persentase dibandingkan Q2. Sementara itu, sejumlah lembaga internasional memperkirakan bahwa pertumbuhan perekonomian-perekonomian utama akan melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, lanjut Mao. Sumber-sumber pertumbuhan baru terus berkembang di Tiongkok, berdasarkan perkiraan awal, menyumbang lebih dari 40 persen terhadap pertumbuhan ekonomi negara itu selama tiga kuartal pertama.