Pentingnya geopolitik Bung Karno berangkat dari realitas bahwa geografi bersifat permanen, sementara aktor dan konstelasi kekuasaan terus berubah.

"Pemikiran geopolitik Soekarno itu sangat relevan di dalam melihat bagaimana dinamika konstelasi dunia dan dari situlah Indonesia merumuskan kepentingan nasional," ujarnya.

Dilanjutkannya, geopolitik Bung Karno bertujuan mewujudkan visi agar Indonesia menjadi negara terkuat di Samudera Indonesia dan menuju masa depan di Pasifik.

"Kita bisa belajar dari Singapura tentang supremasi hukum, meritokrasi, sistem pendidikan dan kesehatan, serta kepemimpinan visioner yang juga sangat teknokratis," tegasnya.

Hasto menutup dengan menegaskan fungsi kepemimpinan intelektual sebagai kompas.

"Hanya dengan kepemimpinan intelektual kita bisa tahu terhadap arah masa depan. Hanya dengan kepemimpinan intelektual, kita bisa mengetahui jalan terpendek untuk memperebutkan masa depan itu," tuturnya.