Ia menegaskan berbagai kegiatan kader tersebut bukan dimaksudkan untuk mengambil alih tugas pemerintah, melainkan wujud gotong royong sekaligus kesempatan untuk mengetahui langsung persoalan masyarakat.

Dia menilai Partai harus hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan, tetapi dari lapangan kader juga harus belajar kalau setiap musim kemarau kembali membawa tangki ke desa yang sama, berarti ada persoalan yang belum diselesaikan.

"Bantuan darurat harus berjalan, solusi permanennya juga harus dikerjakan,” kata Said.

Di sisi lain, Said berharap pemulihan kawasan hutan pasca kebakaran menjadi bagian dari penanganan.

Dengan begitu setelah api padam dan kondisi dinyatakan aman, perlu dilakukan evaluasi terhadap kerusakan vegetasi, habitat, sumber mata air, dan daerah tangkapan air, yang dilanjutkan dengan rehabilitasi berdasarkan kebutuhan ekologis masing-masing kawasan.

“Api padam bukan berarti pekerjaan selesai. Hutan yang terluka harus dipulihkan, sumber air harus dijaga, dan masyarakat yang terdampak harus dipastikan kembali mendapatkan akses air," tuturnya.