"Upaya diperlukan agar nilai informasi dalam dokumen dapat ditelusuri dan, apabila memenuhi persyaratan, memperoleh penanganan serta pelestarian yang tepat," ungkapnya.
Ia menambahkan pencatatan dalam MOWCAP Regional Register ini sekaligus melanjutkan pengakuan yang sebelumnya diperoleh PDS HB Jassin sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa (MKB) pada 2025.
"Kedua pengakuan tersebut mempertegas nilai penting dokumentasi sastra HB Jassin, tidak hanya dalam merekam perjalanan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga dalam menggambarkan keterhubungan intelektual dan kebudayaan masyarakat Asia Tenggara," ujarnya.
Sertifikat MOWCAP secara resmi kemudian diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat (6/11).
Pramono pun menyambut baik pencapaian tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta serta seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga pengakuan tersebut berhasil diraih.
Melalui pencapaian ini, dia berharap PDS HB Jassin semakin berkembang sebagai pusat dokumentasi, penelitian, dan kolaborasi kesusastraan yang memiliki jangkauan regional hingga internasional.
"Pengakuan MOWCAP juga diharapkan semakin memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian arsip dan dokumentasi sebagai sumber pengetahuan, identitas, serta bukti perjalanan peradaban," ucapnya.